Kenali Penyebab, Faktor Risiko, dan Jenis Penebalan Dinding Rahim

penebalan-dinding-rahim

Blogtimmy.com - Penebalan dinding Rahim merupakan hal yang wajar terjadi sebelum mendapatkan menstruasi.

Tetapi jika kondisi tersebut terjadi diluar siklus menstruasi, maka kondisi tersebut bisa disebut dengan hyperplasia endometrium.

Kondisi tersebut tidak bisa disepelekan dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi kanker rahim nantinya.

Lalu apa yang menjadi penyebab menebalnya dinding rahim? Siklus menstruasi akan sangat tergantung kepada keseimbangan hormone estrogen dan progesterone.

Menebalnya dinding rahim yang tidak normal pada umumnya terjadi karena tidak seimbangnya hormon hormon, dimana terlalu banyaknya estrogen dan terlalu sedikitnya progesterone.

Kondisi tersebut nantinya bisa menyebabkan pertumbuhan sel berlebih.

Berikut dibawah ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab tidak seimbangnya hormone seperti diantaranya:

  • Menopause yang berarti seorang wanita tidak bisa berovulasi lagi dan tubuh tidak lagi menghasilkan hormone progesterone.
  • Perimenopause, fase ini terjadi sebelum menopause dimana masih terjadinya ovulasi tetapi tidak teratur waktunya sehingga menyebabkan tidak seimbangnya hormon. 
  • Seorang wanita yang sudah melewati menopause dan pernah ataupun yang sedang menggunakan estrogen bisa mengalami hyperplasia endometrium. 
  • Seorang wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, tidak subur, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Seorang wanita yang mengkonsumsi obat obatan yang meniru estrogen. 
  • Dan wanita yang mengalami obesitas atau kegemukan. 

Adanya beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seorang wanita akan mengalami dinding rahimnya menebal yang tidak normal atau hyperplasia endometrium, dimana factor risikonya itu seperti:

  • Wanita berusia diatas 35 tahun.
  • Wanita yang mulai menstruasi diusia muda.
  • Wanita yang mencapai menopause diusia lanjut.
  • Wanita yang belum pernah hamil.
  • Wanita yang memiliki kondisi kesehatan lainnya seperti diabetes, penyakit tiroid, ataupun penyakit kandung empedu.
  • Wanita yang merokok.
  • Dan wanita yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker rahim, kanker ovarium, ataupun kanker usus besar.

Baca juga: Menghitung Usia Kehamilan Dengan Kalkulator Kehamilan Online, Akuratkah?

Menebalnya dinding rahim ini dibedakan menjadi dua jenis tergantung kepada keberadaan sel yang tidak biasa yang disebut dengan  atypia. Kedua jenis hyperplasia endometrium itu adalah:


  • Hiperplasia endometrium tanpa atypia yang tidak melibatkan sel abnormal.
  • Dan Hiperplasia endometrium atipikal yang ditandai dengan pertumbuhan berlebih sel tidak biasa dan dianggap sebagai pre-kanker, yang berarti kondisi tersebut bisa menjadi potensi terjadinya kanker rahim jika tidak dilakukan perawatan. 

Secara umum gejala terjadinya penebalan pada dinding rahim adalah mengalami pendarahan rahim yang tidak biasa. Apa saja yang termasuk kedalam pendarahan rahim yang tidak biasa?

Berikut dibawah ini beberapa tanda dan gejala terjadinya hyperplasia endometrium diantaranya yaitu:

  • Mengalami menstruasi yang lebih lama dan lebih berat dari biasanya.
  • Mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek hingga kurang dari 21 hari.
  • Mengalami pendarahan vagina padahal sudah menopause.
  • Saat menstruasi mengalami pendarahan.
  • Dan tidak mengalami menstruasi atau pra-menopause.

Perawatan untuk penebalan dinding rahim yang tidak normal bisa dilakukan dengan terapi hormon atau pembedahan.

Tetapi pastikan mempertimbangkan pemilihan perawatannya berdasarkan kondisi pasien dan kondisi menebalnya dinding rahim yang dialami.

Adanya beberapa factor yang mempengaruhi pemilihan perawatan bagi penderita hyperplasia endometrium seperti ada tidaknya sel atypia, sudah atau belumnya menopause, rencana kehamilan dimasa mendatang, dan juga riwayat kanker didalam keluarga.

Hiperplasia endometrium tanpa atypia terkadang tidak akan memburuk dan bisa hilang dengan sendirinya meski tidak dilakukan perawatan.

Jika mengalami kondisi tersebut, kemungkinannya dokter hanya akan menyarankan untuk mengawasi gejalanya.

Baca juga: Apa itu Campak Pada Anak? Inilah yang Harus Anda Ketahui

Comments